Growth ≠ Quality: Mengapa Pertumbuhan Pembiayaan Tanpa Tata Kelola Adalah Benih Krisis Dalam dinamika industri lembaga keuangan mikro syariah, keberhasilan pengelola koperasi sering kali diukur dari angka pertumbuhan penyaluran pembiayaan (disbursement growth). Laporan neraca yang menunjukkan lonjakan outstanding pembiayaan kerap disambut dengan apresiasi tinggi. Namun, terdapat kekeliruan mendasar dalam cara pandang ini: menyamakan kuantitas pertumbuhan dengan kualitas kesehatan lembaga. Ketika manajemen berfokus semata-mata pada pencapaian target nominal ekspansi tanpa dibentengi tata kelola (governance) yang kuat, koperasi sedang mengalami apa yang disebut sebagai Growth Illusion (ilusi pertumbuhan). Dana tersalurkan dengan cepat, anggota menyambut gembira, dan pendapatan margin/bagi hasil terlihat meningkat di awal. Tetapi tanpa analisis kelayakan yang mendalam, angka-angka tersebut sebenarnya menyembunyikan potensi gagal bayar yang hanya menunggu waktu untuk meledak. Mengapa Ekspansi Agresif Tanpa Tata Kelola Berbahaya? Mengabaikan prinsip kehati-hatian (prudence principle) demi mengejar laju pertumbuhan membawa dampak sistemik bagi Koperasi Simpan Pinjam dan Pembiayaan Syariah (KSPPS/BMT). Beberapa risiko utama yang mengintai antara lain: “Pertumbuhan pembiayaan yang sehat ibarat pohon yang rindang: bukan hanya seberapa cepat batangnya menjulang tinggi, melainkan seberapa dalam dan kuat akarnya menancap pada prinsip kehati-hatian dan kepatuhan syariah.” 4 Pilar Utama Tata Kelola Pembiayaan Syariah yang Berkualitas Untuk memastikan penyaluran dana membawa keberkahan dan keberlanjutan bisnis (sustainability), manajemen KSPPS/BMT harus menegakkan empat pilar tata kelola pembiayaan berikut: 1. Integrasi 5C + Syariah & Focus on Cash Flow Prinsip Character, Capacity, Capital, Collateral, dan Condition harus dipadukan dengan evaluasi kehalalan sektor usaha anggota. Lebih dari itu, analisis wajib menitikberatkan pada Ability to Pay berbasis arus kas riil (cash flow), bukan sekadar ketercukupan jaminan (collateral). 2. Penetapan Akad Berdasarkan Substansi Transaksi Pengelola harus memastikan bahwa akad syariah yang dipilih (Murabahah, Mudharabah, Musyarakah, Ijarah, dll.) mencerminkan substansi kebutuhan bisnis anggota, bukan sekadar pelabelan formalitas dokumen legalitas. 3. Pengendalian Risiko Konsentrasi Portofolio Tata kelola yang baik melarang pemusatan penyaluran pembiayaan pada satu sektor usaha, kelompok anggota tertentu, atau wilayah tertentu. Diversifikasi portofolio adalah kunci meredam dampak guncangan ekonomi sektoral. 4. Pemantauan Pasca-Pencairan (Post-Disbursement Monitoring) Tanggung jawab manajemen risiko tidak berhenti saat dana dicairkan. Monitoring penggunaan dana, kunjungan lapangan berkala oleh Account Officer (AO), serta evaluasi perkembangan usaha anggota harus berjalan secara berkesinambungan. Kesimpulan: Membangun Pertumbuhan Berkelanjutan (Sustainable Growth) Manajemen pembiayaan syariah bukan tentang seberapa cepat kita menyalurkan dana, melainkan seberapa bijak dan amanah kita mengelola dana simpanan anggota agar memberikan nilai tambah yang berkelanjutan. Prinsip Growth ≠ Quality harus menjadi pengingat bagi setiap pengurus, pengawas, dan pengelola koperasi. Dengan memprioritaskan kualitas analisis, tata kelola yang akuntabel, serta kepatuhan syariah, koperasi tidak hanya terhindar dari krisis keuangan, tetapi juga mampu menjaga kepercayaan anggota dan menebarkan kemaslahatan secara berkesinambungan.
Pelatihan & Sertifikasi Manajer KSP/KSPPS BNSP Agustus 2026
Pelatihan & Sertifikasi Manajer KSP/KSPPS BNSP Agustus 2026 Mengelola KSP/KSPPS di era saat ini membutuhkan kompetensi yang terukur dan diakui. Salah satu cara meningkatkan profesionalisme adalah dengan memiliki Sertifikat Kompetensi BNSP, sebagai bukti bahwa Anda telah memenuhi standar kompetensi nasional di bidang perkoperasian. Gakopsyah Jabar kembali membuka Pelatihan & Sertifikasi Manajer KSP/KSPPS BNSP bagi Pengurus, Pengawas, Manajer, dan calon pimpinan koperasi yang ingin meningkatkan kompetensi sekaligus mempersiapkan diri menghadapi Uji Kompetensi BNSP. Keunggulan Program Jadwal Bimbingan Teknis (Online Fleksibel)12–18 Agustus 2026 Uji Kompetensi (Offline)19–20 Agustus 2026 Promo Agustus 2026 Sertifikasi OfflineRp4.500.000 Rp3.300.000 RCC (Pembaharuan Sertifikat)Rp2.500.000 Rp1.500.000 Daftar Sekarang Kuota peserta terbatas. Jangan lewatkan kesempatan untuk meningkatkan kompetensi dan memperoleh pengakuan nasional sebagai pengelola koperasi yang profesional. Pendaftaran:https://forms.gle/aQ17f5N9fE5jU8nR9 Informasi:0857-1120-9034 Gakopsyah JabarMeningkatkan Kompetensi, Memperkuat Koperasi Indonesia.
Pengelola Koperasi Syariah: Menjaga Amanah, Menggerakkan Peradaban Ekonomi Umat
“Koperasi yang kuat bukan dibangun oleh besarnya modal, tetapi oleh besarnya amanah yang dijaga.” Di balik setiap koperasi syariah yang tumbuh dan memberikan manfaat bagi anggotanya, terdapat insan-insan yang bekerja tanpa banyak sorotan. Mereka adalah para pengelola koperasi, yang setiap hari mengabdikan pikiran, tenaga, dan waktunya untuk memastikan roda organisasi terus berputar demi kesejahteraan bersama. Di GAKOPSYAH JABAR, kami meyakini bahwa menjadi pengelola koperasi syariah bukan sekadar sebuah profesi. Ini adalah ibadah, amanah, dan bentuk nyata pengabdian kepada umat. Koperasi Syariah Bukan Sekadar Lembaga Keuangan Sering kali koperasi hanya dipandang sebagai tempat simpan pinjam atau lembaga pembiayaan. Padahal hakikat koperasi jauh lebih besar dari itu. Koperasi adalah wadah persaudaraan ekonomi. Tempat di mana setiap anggota saling menguatkan, saling membantu, dan tumbuh bersama. Filosofi koperasi mengajarkan bahwa manusia adalah pusat pembangunan ekonomi. Dalam perspektif syariah, manusia juga merupakan khalifah yang diberi amanah untuk mengelola harta secara adil, produktif, dan memberikan kemaslahatan bagi banyak orang. Oleh karena itu, keberhasilan koperasi tidak hanya diukur dari pertumbuhan aset, tetapi dari manfaat yang dirasakan oleh anggotanya. Amanah adalah Modal Terbesar Dalam koperasi syariah, modal dapat dicari. Teknologi dapat dipelajari. Strategi bisnis dapat diperbaiki. Namun amanah tidak dapat dibeli. Amanah dibangun melalui kejujuran, transparansi, profesionalisme, dan konsistensi. Setiap rupiah yang dikelola adalah titipan anggota. Setiap keputusan yang diambil akan dipertanggungjawabkan, bukan hanya kepada anggota dalam Rapat Anggota Tahunan, tetapi juga di hadapan Allah SWT. Karena itu, pengelola koperasi syariah bukan hanya mengelola laporan keuangan. Ia sedang menjaga kepercayaan. Dan kepercayaan adalah aset terbesar sebuah koperasi. Melayani Adalah Identitas Rasulullah SAW mengajarkan bahwa sebaik-baik manusia adalah yang paling banyak memberikan manfaat bagi orang lain. Semangat inilah yang harus menjadi budaya kerja koperasi syariah. Setiap anggota yang datang bukanlah “nasabah” semata. Mereka adalah pemilik koperasi. Mereka adalah saudara seperjuangan. Mereka adalah bagian dari keluarga besar yang mempercayakan masa depan ekonominya kepada koperasi. Karena itu pelayanan bukan sekadar standar operasional. Pelayanan adalah bentuk penghormatan kepada amanah. Profesionalisme Adalah Bagian dari Ibadah Islam mengajarkan konsep ihsan, yaitu melakukan pekerjaan dengan kualitas terbaik. Seorang pengelola koperasi syariah harus terus meningkatkan kompetensi, memahami tata kelola yang baik, menguasai teknologi digital, memperkuat manajemen risiko, serta menghadirkan inovasi pelayanan. Bukan karena mengikuti tren. Tetapi karena pelayanan terbaik adalah bentuk tanggung jawab kepada anggota. Profesionalisme bukan lawan dari spiritualitas. Profesionalisme justru menjadi bukti bahwa nilai-nilai syariah benar-benar diwujudkan dalam tindakan. GAKOPSYAH JABAR: Bergerak Bersama, Bertumbuh Bersama Sebagai koperasi sekunder syariah di Jawa Barat, GAKOPSYAH JABAR bukan hanya menjadi wadah berhimpunnya koperasi-koperasi syariah. Lebih dari itu, GAKOPSYAH JABAR adalah rumah besar pembelajaran, kolaborasi, inovasi, dan penguatan gerakan ekonomi syariah. Kami percaya bahwa koperasi yang sehat lahir dari pengelola yang terus belajar. Pengelola yang tidak pernah berhenti meningkatkan kapasitasnya. Pengelola yang mampu memadukan nilai-nilai syariah dengan tata kelola modern. Pengelola yang menjadikan integritas sebagai budaya kerja. Ketika satu koperasi maju, manfaatnya dirasakan oleh anggotanya. Ketika ratusan koperasi syariah maju bersama, maka ekonomi umat akan semakin kuat. Inilah semangat yang terus kami bangun di GAKOPSYAH JABAR. Jangan Pernah Berhenti Menjadi Pembelajar Perubahan akan terus terjadi. Digitalisasi berkembang. Persaingan semakin ketat. Harapan anggota semakin tinggi. Namun satu hal tidak boleh berubah. Nilai-nilai koperasi. Nilai-nilai syariah. Nilai amanah. Nilai keadilan. Nilai kebersamaan. Pengelola koperasi yang hebat bukan mereka yang merasa paling tahu. Tetapi mereka yang setiap hari bersedia belajar, memperbaiki diri, dan membuka ruang kolaborasi. Karena koperasi yang belajar akan terus bertumbuh. Penutup Di GAKOPSYAH JABAR, kami percaya bahwa masa depan koperasi syariah Indonesia tidak hanya ditentukan oleh besarnya modal atau canggihnya teknologi. Masa depan itu ditentukan oleh kualitas manusianya. Oleh para pengelola yang bekerja dengan hati. Oleh para pemimpin yang melayani. Oleh insan-insan yang menjaga amanah dengan penuh integritas. Mari kita jadikan setiap aktivitas di koperasi sebagai ladang amal, setiap pelayanan sebagai bentuk pengabdian, dan setiap keberhasilan anggota sebagai kebahagiaan bersama. Karena koperasi syariah bukan sekadar membangun usaha. Koperasi syariah sedang membangun peradaban ekonomi yang adil, berkelanjutan, dan penuh keberkahan. Salam Gerakan Koperasi Syariah Bersatu dalam Ukhuwah.Berkolaborasi dalam Ekonomi Syariah.Bertumbuh dalam Keberkahan. – GAKOPSYAH JABAR –
In Memoriam: Melanjutkan Perjuangan, Menguatkan Misi BMT untuk Umat
Innā lillāhi wa innā ilaihi rāji‘ūn. Segenap Keluarga Besar KSPPS Gabungan Koperasi Syariah Jawa Barat (GAKOPSYAH JABAR) menyampaikan turut berduka cita yang sedalam-dalamnya atas wafatnya: Bapak H. Muhammad Ridwan, S.PdPengurus & Founder BMT Fastabiq Semoga Allah SWT mengampuni segala dosa dan kekhilafan beliau, melapangkan kuburnya, menerima seluruh amal ibadahnya, serta menempatkannya di tempat terbaik di sisi-Nya. Semoga keluarga yang ditinggalkan diberikan kekuatan, kesabaran, dan keikhlasan dalam menghadapi musibah ini. Kepergian seorang pejuang koperasi syariah bukanlah akhir dari perjuangan, melainkan amanah yang harus diteruskan oleh generasi penerus. Jejak pengabdian beliau menjadi inspirasi bahwa membangun Baitul Maal wat Tamwil bukan sekadar mengelola lembaga keuangan, tetapi juga menghadirkan kebermanfaatan bagi umat. Saatnya Insan Perkoperasian Syariah Melanjutkan Perjuangan Di tengah tantangan ekonomi yang semakin kompleks, seluruh insan koperasi syariah di Indonesia memiliki tanggung jawab untuk terus menguatkan empat misi utama BMT, yaitu: 1. Membangun Kesejahteraan Anggota Menjadikan BMT sebagai lembaga yang mampu meningkatkan kualitas hidup anggota melalui layanan keuangan syariah yang sehat, profesional, dan berkelanjutan. 2. Memberdayakan Ekonomi Umat Mendorong lahirnya pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah yang tangguh melalui pembiayaan yang produktif, pendampingan usaha, serta semangat gotong royong. 3. Mengelola Dana Sosial Islam Secara Amanah Mengoptimalkan fungsi Baitul Maal melalui penghimpunan dan penyaluran zakat, infak, sedekah, dan wakaf secara transparan, tepat sasaran, serta memberikan dampak nyata bagi masyarakat. 4. Menegakkan Nilai-Nilai Syariah dan Profesionalisme Membangun tata kelola koperasi yang amanah, kompeten, akuntabel, dan sesuai prinsip syariah sehingga BMT menjadi lembaga yang dipercaya oleh anggota dan masyarakat. Warisan Terbaik Adalah Melanjutkan Amal Kebaikan Perjuangan para pendiri dan tokoh koperasi syariah tidak akan berhenti selama masih ada insan-insan yang menjaga amanah, memperkuat kelembagaan, meningkatkan kompetensi, serta menghadirkan manfaat bagi umat. Mari kita jadikan kepergian para pejuang koperasi syariah sebagai pengingat bahwa setiap kontribusi untuk kemajuan ekonomi umat adalah investasi amal jariyah yang pahalanya terus mengalir. Selamat jalan, para pejuang ekonomi syariah.Semoga Allah SWT menerima seluruh amal ibadahmu dan menjadikan perjuanganmu sebagai cahaya yang terus menerangi perjalanan koperasi syariah Indonesia. “Sesungguhnya orang-orang yang paling bermanfaat adalah mereka yang paling banyak memberikan manfaat bagi manusia.” Aamiin Yaa Rabbal ‘Alamiin.
Pendidikan Anggota atau Kompetensi Pengelola? Mana yang Lebih Penting bagi Masa Depan Koperasi?
Pendidikan Anggota atau Kompetensi Pengelola? Mana yang Lebih Penting bagi Masa Depan Koperasi? Banyak kajian menunjukkan bahwa koperasi di Indonesia masih menghadapi tantangan yang hampir sama, yaitu tata kelola yang belum profesional, kompetensi SDM yang belum memadai, rendahnya partisipasi anggota, keterbatasan modal, hingga model bisnis yang belum kuat. Di sisi lain, berbagai program pengembangan koperasi lebih banyak berfokus pada peningkatan kompetensi pengurus dan pengelola. Langkah tersebut memang penting. Namun, apakah itu sudah cukup? Pertanyaan yang perlu kita renungkan adalah: Apakah koperasi akan menjadi kuat jika pengelolanya profesional, tetapi anggotanya tidak memahami jati diri koperasi? Mengapa Banyak Koperasi Belum Berkembang? Permasalahan koperasi sering kali dipandang hanya dari sisi operasional. Padahal, akar persoalannya jauh lebih mendasar. Beberapa tantangan yang masih sering dijumpai antara lain: Akibatnya, banyak koperasi sulit tumbuh secara berkelanjutan meskipun memiliki jumlah anggota yang cukup besar. Koperasi Bukan Milik Pengurus, Melainkan Milik Anggota Inilah perbedaan mendasar koperasi dengan badan usaha lainnya. Dalam koperasi: Artinya, kualitas koperasi pada akhirnya ditentukan oleh kualitas anggotanya. Jika anggota tidak memahami hak, kewajiban, dan prinsip koperasi, maka berbagai persoalan akan muncul, seperti: Mengapa Pendidikan Anggota Menjadi Fondasi? Mohammad Hatta pernah menegaskan bahwa koperasi bukan hanya organisasi ekonomi, tetapi juga gerakan pendidikan. Artinya, koperasi tidak cukup hanya mengelola simpanan, pembiayaan, atau usaha. Koperasi juga harus membangun pemahaman anggotanya agar mampu: Semakin tinggi pemahaman anggota, semakin kuat pula budaya koperasi yang terbentuk. Kompetensi Pengelola Tetap Menjadi Kunci Keberhasilan Walaupun pendidikan anggota merupakan fondasi, koperasi tetap membutuhkan pengelola yang profesional. Saat ini pengelola dituntut memiliki kemampuan dalam: Tata Kelola yang Baik (Good Cooperative Governance) Pengelola harus mampu menjalankan koperasi secara transparan, akuntabel, bertanggung jawab, independen, dan berorientasi pada pelayanan anggota. Manajemen Risiko Risiko pembiayaan, likuiditas, operasional, dan kepatuhan harus dikelola secara profesional agar koperasi tetap sehat. Transformasi Digital Pemanfaatan teknologi bukan lagi pilihan, tetapi kebutuhan agar pelayanan kepada anggota menjadi lebih cepat, mudah, dan efisien. Pengembangan Usaha Pengelola juga harus mampu menyusun model bisnis yang relevan dengan kebutuhan anggota sehingga koperasi memiliki daya saing yang berkelanjutan. Pendidikan Anggota dan Kompetensi Pengelola Harus Berjalan Bersama Sering muncul pertanyaan: Mana yang harus didahulukan? Jawabannya bukan memilih salah satu. Jika diibaratkan sebuah bangunan: Tanpa pondasi yang kuat, bangunan akan mudah roboh. Sebaliknya, pondasi yang baik tidak akan memberikan manfaat apabila bangunannya tidak dibangun secara profesional. Keduanya harus tumbuh secara bersamaan. Strategi Membangun Koperasi yang Berkelanjutan Agar koperasi mampu bertahan dan berkembang di tengah perubahan zaman, diperlukan dua strategi utama: 1. Meningkatkan Pendidikan Anggota 2. Meningkatkan Kompetensi Pengurus dan Pengelola Kesimpulan Koperasi yang sehat tidak hanya diukur dari besarnya aset, jumlah anggota, atau pertumbuhan usaha. Kekuatan koperasi sesungguhnya terletak pada kualitas manusianya. Anggota yang memahami jati diri koperasi akan melahirkan pengurus yang amanah. Pengurus yang amanah akan membangun sistem yang baik. Pengelola yang kompeten akan menjalankan sistem tersebut secara profesional. Pada akhirnya, koperasi mampu memberikan manfaat yang lebih besar bagi seluruh anggotanya. Karena itu, pendidikan anggota dan peningkatan kompetensi pengelola bukanlah pilihan yang saling menggantikan, melainkan dua investasi strategis yang harus berjalan beriringan untuk mewujudkan koperasi yang sehat, profesional, dan berkelanjutan. Tentang Gakopsyah Jabar Gakopsyah Jabar berkomitmen menjadi mitra pengembangan koperasi melalui pendidikan, pelatihan, sertifikasi kompetensi, pendampingan tata kelola, dan penguatan kapasitas SDM. Kami percaya bahwa koperasi yang kuat dibangun dari manusia yang berkualitas. Sudahkah koperasi Anda memiliki program pendidikan anggota dan pengembangan kompetensi pengelola yang berkelanjutan? Mari berdiskusi bersama Gakopsyah Jabar untuk membangun koperasi yang lebih profesional, sehat, dan memberikan manfaat nyata bagi anggotanya.
PENGUMUMAN PENJADWALAN ULANG WORKSHOP
Yth. Bapak/Ibu Pengurus, Pengawas, dan Pengelola Koperasi, Kami mengucapkan terima kasih atas antusiasme dan dukungan Bapak/Ibu terhadap kegiatan Workshop Upgrade Tata Kelola Koperasi: Menyusun Peraturan Internal yang Kuat & Adaptif Untuk memberikan pelayanan yang lebih optimal dan memastikan pelaksanaan workshop berjalan lebih efektif, maka kegiatan yang semula dijadwalkan pada 25 Juni 2026 kami jadwalkan ulang menjadi: 📅 Rabu, 8 Juli 2026📍 Gedung Gakopsyah Jabar, Bandung Bagi peserta yang sudah mendaftar, pendaftaran tetap berlaku dan tidak perlu melakukan pendaftaran ulang. Bagi Bapak/Ibu yang belum sempat mendaftar, kesempatan masih terbuka untuk mengikuti workshop ini dan mendapatkan:✅ Materi Urgensi menyusunan peraturan internal koperasi✅ Strategi memperkuat tata kelola koperasi✅ Sertifikat peserta🎁 Bonus 30+Template SOP Operasional Koperasi (Simpan Pinjam & Konsumen) ⚠️ Kuota peserta tetap terbatas agar proses diskusi dan pendampingan berjalan optimal. 💰 Early Bird Investasi Hingga 6 Juli 2026:Rp.500.000 Diskon Menjadi Rp300.000 (Anggota)Rp.500.000 Diskon Menjadi Rp400.000 (Non Anggota) 👉 Pendaftaran:https://forms.gle/Kmb2yveyPfx5QBdZ9 Mari manfaatkan kesempatan ini untuk memperkuat tata kelola dan fondasi organisasi koperasi yang lebih profesional, sehat, dan berkelanjutan. Terima kasih atas pengertian dan kerja samanya.
🎤 Workshop SPEAK TO LEAD Berbicara dengan Lebih Percaya Diri & Memimpin dengan Lebih Berdampak
🏆 Mengapa ada tim yang tetap menjadi juara meskipun setiap tahun anggotanya berubah? Dalam dunia olahraga, pemain bisa datang dan pergi. Namun tim yang memiliki visi yang jelas, komunikasi yang kuat, dan kepemimpinan yang efektif akan tetap mampu menjaga performanya. Hal yang sama berlaku di koperasi. Secara periodik pengurus, pengawas, manajer, atau staf bisa berganti. Tantangan usaha berubah dari waktu ke wktu. Target semakin tinggi. Namun koperasi yang memiliki mekanisme komunikasi yang baik diantara sesama komponen koperasi akan lebih mudah menjaga kekompakan, produktivitas, dan semangat tim. 🎤 SPEAK TO LEADBerbicara dengan Lebih Percaya Diri, Memimpin dengan Lebih Berdampak Melalui kelas ini, Anda akan mempelajari bagaimana:✅ Memberikan briefing yang jelas kepada tim✅ Memotivasi anggota dan karyawan secara efektif✅ Mengarahkan pekerjaan agar lebih terukur✅ Melakukan coaching untuk meningkatkan kinerja✅ Memberikan evaluasi tanpa menjatuhkan✅ Menyatukan visi agar seluruh tim bergerak ke tujuan yang sama 👥 Sangat cocok untuk: 🎙️ Fasilitator:Peppy Febriandini(BNSP Certified Trainer) 📅 11 Juni 2026📍 GAKOPSYAH Jabar Bandung 💰 Early Bird Investasi Hingga 9 Juni 2026:Rp.500.000 – Rp300.000 (Anggota)Rp.500.000 – Rp400.000 (Non Anggota) 🔥 Diskon spesial untuk 5 peserta 💡 Karena koperasi yang hebat tidak hanya dibangun oleh sistem yang baik, tetapi juga oleh pemimpin yang mampu menggerakkan timnya. 📝 Daftar sekarang:https://forms.gle/BrXsQt41u2U2yaFK6 📞 Informasi:Irvan – 081224162841
BASIC TRAINING PERKOPERASIAN Penguatan Pemahaman Dasar bagi Pengelola dan Aktivis Koperasi Berbasis Kompetensi
🚨 Masih Bingung Memahami Peran dan Tugas di Koperasi? Banyak Pengurus, Pengawas, hingga Karyawan Baru koperasi langsung bekerja tanpa memahami:❌ Prinsip dasar perkoperasian❌ Tugas & fungsi jabatan secara benar❌ Standar kompetensi SDM koperasi❌ Tata kelola koperasi yang sehat dan profesional Akibatnya?➡️ Kinerja tidak optimal➡️ Komunikasi antar pengelola kurang efektif➡️ Pengambilan keputusan sering tidak tepat 💡 Solusinya:BASIC TRAINING PERKOPERASIANPenguatan Pemahaman Dasar bagi Pengelola dan Aktivis Koperasi Berbasis Kompetensi Pelatihan ini dirancang khusus untuk:✅ Karyawan Baru Koperasi✅ Pengurus yang baru ditunjuk✅ Pengawas Koperasi✅ Aktivis & masyarakat umum yang ingin memahami koperasi 📚 Keunggulan Training:✔️ Materi berbasis SKKNI Perkoperasian✔️ Pendekatan berbasis kompetensi✔️ Cocok untuk pemula hingga pengelola baru✔️ Dibimbing langsung oleh praktisi koperasi berpengalaman lebih dari 15 tahun 🎙️ Narasumber:Luthfi Thamrin, SE., MM.Certified Trainer BNSP & Praktisi Koperasi 📅 Rabu, 20 Mei 2026⏰ 08.00 WIB📍 Room Meeting Gakopsyah 💰 Investasi:👥 Anggota Gakopsyah: Rp300.000👥 Non Anggota: Rp400.000 🔥 Diskon spesial jika mendaftar 5 peserta sekaligus! 🎯 Daftar sekarang sebelum kuota penuh:👉 https://forms.gle/tVmvsho38kPLBbCa7 📞 Informasi & Pendaftaran:085711209034 🌐 (http://www.gakopsyahjabar.com) “Bangun koperasi yang profesional dimulai dari SDM yang memahami dasar-dasarnya.”
In House Training Manajemen Pemasaran Koperasi
In House Training Manajemen Pemasaran Koperasi Pada tanggal 6 Mei 2026, Koperasi Konsumen Karya Perdana Gemilang bekerja sama dengan Gakopsyah Learning Centre menyelenggarakan kegiatan In House Training (IHT) bertema Manajemen Pemasaran Koperasi yang dilaksanakan secara daring melalui Zoom Meeting. Pelatihan ini berlangsung dalam 2 sesi interaktif yang diikuti oleh pengurus, pengelola, dan SDM koperasi dengan semangat belajar yang tinggi untuk memperkuat strategi pemasaran koperasi di era persaingan yang semakin dinamis. Dalam pelatihan ini, peserta mendapatkan penguatan mindset dan strategi praktis terkait pengembangan pemasaran koperasi, di antaranya: Kegiatan berlangsung aktif dengan diskusi, sharing pengalaman lapangan, serta pembahasan strategi pemasaran yang relevan untuk meningkatkan partisipasi anggota dan pertumbuhan usaha koperasi. Sebagai fasilitator, Gakopsyah Learning Centre terus berkomitmen mendukung pengembangan kompetensi SDM koperasi melalui pelatihan, workshop, pendampingan, dan konsultasi yang aplikatif serta berbasis kebutuhan lembaga. Ingin Mengadakan IHT di Koperasi Anda? Kami siap membantu penyelenggaraan pelatihan secara online maupun offline dengan tema: 📞 Hubungi Admin Gakopsyah Learning Centre:WhatsApp Admin GLC
The Eisenhower Time Matrix
The Eisenhower Time Matrix, juga dikenal sebagai Matriks Eisenhower atau Matriks Urgent-Important, adalah alat manajemen waktu yang membantu individu memprioritaskan tugas berdasarkan tingkat urgensi dan kepentingan. Matriks ini dinamai dari Presiden Amerika Serikat ke-34, Dwight D. Eisenhower, yang terkenal dengan kemampuan manajemen waktunya. Matriks ini terdiri dari empat kuadrant: Cara menggunakan Matriks Eisenhower: Dengan menggunakan Matriks Eisenhower, Anda dapat memprioritaskan tugas-tugas dengan lebih efektif, meningkatkan produktivitas, dan mengurangi stres. 💪 Salam.Gakopsyah Learning Centrewww.gakopsyahjabar.com